Hanya sekumpulan gambar,foto,peluang usaha, konsep usaha, ide kreatif, artwork dan cerita pribadi dari sisi yang berbeda.
ikl4
Wednesday, May 30, 2012
Thursday, May 24, 2012
Make your Happy
INFO ORDER SMS 085747300703/ PIN BB 273D90E8![]() |
![]() |
| Barang Ready Luar D.I.Y BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM |
![]() |
| Barang Ready Luar D.I.Y BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM |
![]() |
| info ORDER: Info ORDER 085747300703/ PIN BB 273D90E8 |
![]() |
| HATS (LUAR D.I.Y belum ONGKIR) Info ORDER 085747300703/ PIN BB 273D90E8 |
![]() |
| HARGA T-Shirt 65.000 (LUAR D.I.Y Belum TERMASUK ONGKOS KIRIM) |
![]() | ||||||||
| HATS (LUAR D.I.Y belum ONGKIR) Info ORDER 085747300703/ PIN BB 273D90E8 |
Friday, May 18, 2012
The CAROLUS vs Mahluk hitam bermata 1
The CAROLUS vs Mahluk hitam bermata 1
(CERPEN karya: Angga
pebria wenda Mahesta) genre: Manusia KW SUPER
Menghantarkan waktu
malam yang penuh dengan lolongan anjing srigala” di sudut ruangan rumah sakit
Belanda sangat terdengar jelas,Dulu seorang Dokter Carolus menjadi salah satu
dokter yang mempunyai indra ke 6. Dia bisa melihat sesosok dunia lain”tidak jarang dia melihat pasien yang
meninggal dan arwahnya gentayangan menghantui setiap penjaga,suster dan pasien
di rumah sakit tersebut.Yang aneh nya lagi
setiap pasien yang opname di rumah sakit tersebut selalu berpindah
ruangan,hingga Dokter Carolus penasaran apa yang terjadi,Hantu mana yang
memindahkan para pasien.
Hingga Carolus mencoba
menjadi pasien yang opname di rumah sakit tersebut”Carolus di tempatkan di
kamar no 620 lantai 6,pemandangan kalo pagi di kamar tersebut sungguh indah
memanjakan mata untuk menoleh keluar kamar,waktupun berubah menjadi gelap semua
suster dan pasien yang opname tertidur tetapi Carolus menunggu waktu yang tepat
untuk mengetahui Mahluk dunia lain itu muncul.
Maklum rumah sakit ini
adalah rumah sakit pertama di Belanda,jadi kalo sakit atau opname semua pasien
harus bersahabat dengan mahluk lain di luar sana.Carolus hanya memegang Alkitab
dan salib untuk mengusir Mahluk lain yang mengganggu”Nah sudah saatnya aku
beraksi”Carolus bergerak cepat menuju pintu kamar,mengikuti tempat tidur yang
bergerak dengan sendirinya,dia yakin bisa melihat mahluk tersebut dengan
kemampuannya.
Tapi ini sungguh
berbeda Carolus tidak dapat melihat mahluk tersebut,usaha di malam pertama pun
gagal,Carolus mengurungkan niat nya untuk bertindak lebih jauh lagi,hingga
malam kedua Carolus memberikan perlawanan,sebelum tidur CAROLUS mengoleskan obat nyamuk ke
seluruh badan nya dan menyuntikan antibiotik rasa Bawang putih"tempat tidur nya pun di setting sedemikian mungkin untuk
menangkap Mahluk tersebut.
Carolus diam dan
menyadari kalo tempat tidurnya bergerak menuju lantai bawah,dengan sigap
Carolus menyalakan Lampu yang sudah terpasang di tempat tidur,suasana jam 1
pagi berubah menjadi pertempuran seru Carolus VS Mahluk Hitam bermata 1.semua
penghuni Rumah sakit tidak berani keluar dan mengetahui apa yang terjadi di
luar sana,mereka hanya bisa mendengarkan Carolus Bertempur melawan Mahluk hitam
Bermata 1.Mahluk hitam bermata 1
menghempaskan tubuh Carolus ke Luar Rumah sakit dan menyemburkan lendir Hitam
ke seluruh tubuh Carolus”Carolus merasakan tubuh nya terbakar seperti SATE AYAM
yang siap di sajikan””lalu Carolus memberikan perlawanan Pukulan Salib dengan
cahaya putih mengenai Mata 1 milik mahluk hitam tersebut.Akhirnya semua bangunan
yang ada di luar rumah sakit Hancur berkeping-keping,Pertarungan Carolus dan
Mahluk hitam bermata 1 tidak berhenti sampai di situ saja.Mahluk tersebut
menggigit leher Carolus dan menghisap darah Carolus”aneh nya lagi Carolus hanya
tersenyum dan menikmati gigitan tersebut.“hahhahha Dasar Mahluk Bodoh”
pedas,pedas,pedas kenapa Darah mu Sungguh Pedas sekali Carolus??? Ya iyalah
setiap hari aku mengkonsumsi CABE dan bawang putih,terus apa
Hubungannya???Tidak ada dasar Mahluk Bodoh.
Mahluk hitam bermata 1 akhirnya mengakui kehebatan Carolus dan Mahluk
tersebut di Opname karena terkena USUS BUNTU setelah menghisap darah carolus
dan mengerang ke sakitan.
6 istilah yang perlu diketahui
1. Copyediting
Editor banyak dibutuhkan oleh penerbit, media, atau perusahaan yang memiliki divisi penerbitan internal. Kebutuhan editor sebagai freelance pun semakin terbuka lebar. Cukup membawa bahan tulisan yang harus diedit ke rumah, lalu tentukan tenggat waktu yang disepakati bersama, dan Anda pun bebas mengatur waktu kerja asalkan memenuhi target.
Editor banyak dibutuhkan oleh penerbit, media, atau perusahaan yang memiliki divisi penerbitan internal. Kebutuhan editor sebagai freelance pun semakin terbuka lebar. Cukup membawa bahan tulisan yang harus diedit ke rumah, lalu tentukan tenggat waktu yang disepakati bersama, dan Anda pun bebas mengatur waktu kerja asalkan memenuhi target.
2. Ghost writing
Banyak profesional yang punya ilmu khusus, tapi tak memiliki kemampuan menulis. Maka ia membutuhkan seorang penulis buku untuk menuangkan isi pikirannya ke dalam tulisan. Namun penulis buku ini tak dapat mencantumkan namanya sebagai penulis buku tersebut, karena ide dan konsep buku adalah milik profesional yang memiliki proyek tersebut. Nah, penulis buku inilah yang disebutghost writer.
Banyak profesional yang punya ilmu khusus, tapi tak memiliki kemampuan menulis. Maka ia membutuhkan seorang penulis buku untuk menuangkan isi pikirannya ke dalam tulisan. Namun penulis buku ini tak dapat mencantumkan namanya sebagai penulis buku tersebut, karena ide dan konsep buku adalah milik profesional yang memiliki proyek tersebut. Nah, penulis buku inilah yang disebutghost writer.
Tugas Anda termasuk melakukan riset, wawancara, dan menulis sesuai pesanan
si pengarang yang namanya tercantum di buku. Memang tidak bisa membuat Anda
populer, tetapi baik untuk menjaga relasi dan mengasah skill menulis.
Selain itu, anggap saja pekerjaan ini untuk menambah portofolio.
3. Copywriting
Disebut juga sebagai penulisan bisnis. Bentuknya bisa berupa penulisan laporan tahunan pada sebuah perusahaan, atau penulisan untuk promosi produk dan jasa. Tim kreatif dari advertising agency juga mempekerjakan seorang copywriter untuk membuat iklan yang menarik. Meski semua pekerjaan menulis menuntut kreativitas, untuk yang satu ini butuh keahlian khusus.
Disebut juga sebagai penulisan bisnis. Bentuknya bisa berupa penulisan laporan tahunan pada sebuah perusahaan, atau penulisan untuk promosi produk dan jasa. Tim kreatif dari advertising agency juga mempekerjakan seorang copywriter untuk membuat iklan yang menarik. Meski semua pekerjaan menulis menuntut kreativitas, untuk yang satu ini butuh keahlian khusus.
4. Book writing
Penulisan yang satu ini bisa berasal dari ide dan atau keahlian Anda sendiri, artinya Anda menjual ide ke penerbit. Atau menerima pesanan dari penerbit seperti buku bisnis, interior, keuangan, dan sebagainya. Jadi tak melulu harus memiliki skill khusus secara profesional. Anda bisa mewawancarai profesional untuk kemudian menjadikannya tulisan dalam bentuk media buku.
Penulisan yang satu ini bisa berasal dari ide dan atau keahlian Anda sendiri, artinya Anda menjual ide ke penerbit. Atau menerima pesanan dari penerbit seperti buku bisnis, interior, keuangan, dan sebagainya. Jadi tak melulu harus memiliki skill khusus secara profesional. Anda bisa mewawancarai profesional untuk kemudian menjadikannya tulisan dalam bentuk media buku.
5. Menulis artikel untuk majalah
Mirip seperti sebelumnya, hanya saja medianya berbeda, yakni majalah. Biasanya editor majalah akan menugaskan apa yang harus Anda tulis, sesuai tema yang ingin disajikan setiap periodenya. Jika Anda punya stok tulisan menarik seperti cerpen atau juga catatan perjalanan, Anda juga bisa menawarkannya pada media. Jika berjodoh, Anda bisa rutin berkontribusi, kan?
Mirip seperti sebelumnya, hanya saja medianya berbeda, yakni majalah. Biasanya editor majalah akan menugaskan apa yang harus Anda tulis, sesuai tema yang ingin disajikan setiap periodenya. Jika Anda punya stok tulisan menarik seperti cerpen atau juga catatan perjalanan, Anda juga bisa menawarkannya pada media. Jika berjodoh, Anda bisa rutin berkontribusi, kan?
6. Web page content provider
Penulis konten website pun butuh skill khusus dalam menulis. Anda bisa menghasilkan uang dari sini. Apalagi media elektronik sudah menjadi pilihan yang menguntungkan di saat kondisi percetakan makin tergusur karena harga kertas yang mahal. Selama internet hidup, selama itulah pekerjaan ini terbuka luas.
Penulis konten website pun butuh skill khusus dalam menulis. Anda bisa menghasilkan uang dari sini. Apalagi media elektronik sudah menjadi pilihan yang menguntungkan di saat kondisi percetakan makin tergusur karena harga kertas yang mahal. Selama internet hidup, selama itulah pekerjaan ini terbuka luas.
Thursday, May 17, 2012
Carolus lantai 6 No 620
Memang harus istrirahat guys,ini pertama kalinya aku sakit parah dan harus di oprasi,beneran gak nyangka banget terkena Usus Buntu"padahal sebelumnya aku gak merasakan hal yang aneh dengan perut kanan bagian bawah.bersyukur juga karena Tuhan masih memberikan orang-orang terdekat yang selalu ada disaat aku membutuhkan doa dan dukungan"untuk melalui dari proses sebelum oprasi sampai selesai love you all.sekarang aku sudah bersahabat dengan Jarum,insfus dan antibiotik ya Get well soon Angga"kata-kata yang sering terlontar saat semuanya memberi dukungan.
setiap fase kejenuhan dan Rasa Bosan pun menghantui aku di bingar-bingar kamar yang indah ini selama menjadi pasien Rumah sakit"setelah terdiam berjam-jam tanpa aktifitas,untungnya ada orang tercinta myMom,myMother,myMertua,myfriends,myfamily dan suster-suster yang menepiskan semua Fase kejenuhan dan rasa bosan.hufftttss sejenak menikmati pagi,siang,sore hingga malam dari lantai 6 Carolus no 620.sajian pemandangan aktifitas suster mengganti insfus,membersihkan ruangan dan pengechekan Tensi sudah terbiasa' guys di pemandanganku hingga terekam dan tak akan pernah mati .
"GET WELL SOON "
setiap fase kejenuhan dan Rasa Bosan pun menghantui aku di bingar-bingar kamar yang indah ini selama menjadi pasien Rumah sakit"setelah terdiam berjam-jam tanpa aktifitas,untungnya ada orang tercinta myMom,myMother,myMertua,myfriends,myfamily dan suster-suster yang menepiskan semua Fase kejenuhan dan rasa bosan.hufftttss sejenak menikmati pagi,siang,sore hingga malam dari lantai 6 Carolus no 620.sajian pemandangan aktifitas suster mengganti insfus,membersihkan ruangan dan pengechekan Tensi sudah terbiasa' guys di pemandanganku hingga terekam dan tak akan pernah mati .
"GET WELL SOON "
Friday, April 27, 2012
Apa Susahnya Menerbitkan Buku Sendiri
Oleh Editor
Di suatu malam yang bingar, Puthut EA berceloteh panjang lebar. Puthut EA adalah seorang penulis fiksi masa depan asal Yogyakarta. Saya tak tahu, malam itu ia mabuk berat atau sedang kumat gilanya. Tawanya sungguh berderai-derai disertai dengan tubuh tambunnya yang bergerak dan perutnya yang bulat mengombak-ombak menahan tawa tergeli-geli. Beberapa kali harus berguling-guling di lantai berkarpet merah tua oleh sebab bahakan tawa yang tak tertahankan.
Dan malam itu ia sedang berceloteh tentang kematian penerbit.
“Sebentar lagi, mampuslah kalian para penerbit. Ini dia, Puthut EA, akan membuat sebuah naskah besar. Dan naskah itu akan saya terbitkan sendiri. Sampulnya saya kasih kawan membuatnya. Pemasaran saya serahkan semuanya kepada distributor dengan sistem Giro (Bilyet Giro-red). Tinggal nunggu empat bulan sampai dana cash cair. Nah, sambil nunggu itu saya mempersiapkan naskah baru.
“Dan mati konyol kalian penerbit, nggak dapat naskah. Akan saya umumkan semua ini kepada penulis-penulis Indonesia bahwa saatnya tidak menyerahkan naskahnya kepada penerbit. Ada cara yang jitu untuk menerbitkan sendiri karya. Tinggal buat naskah pracetak dan nggak usah direpotkan oleh distribusi dan royalti aman. Huahuahahahahahaha. Huahahahahahaha. Dan sebentar lagi penerbit akan kurus kering. Nggak dapat naskah dari penulis. Huahahahahahahahaha.”
Anggapan saya malam itu, Puthut memang sedang kumat dan ditambah oleh cekikan minuman beralkohol berkadar tinggi. Tapi kata-katanya itu sungguh cerdas. Dan memang, kerap otaknya memang encer kalau sedang mabuk. Betapa tidak, idenya itu lho sungguh brilian dan menggelitik, yakni ingin menerbitkan karya sendiri. Gagasan asing dan agak jauh dari riwayat pemikiran penulis sebelumnya bahkan hingga kini.
Selama ini penulis sudah terkotak dengan pemikiran bahwa untuk bisa lahir naskahnya menjadi buku perlu bantuan penerbit (mapan). Dan untuk itu menjadi pemandangan yang lazim bila penulis harus menenteng karyanya dan masuk dari satu pintu penerbit ke pintu penerbit lain untuk menjajakan naskahnya. Dan kalaupun diterima harus menunggu daftar panjang penjadwalan untuk sampai pada giliran terbit. Dan kalaupun sudah dicetak dan disebar ke toko-toko buku, masih dipusingkan dengan royalti yang dikemplang dan sang penulis akan keluar masuk lagi ke pintu penerbit untuk menagih. Pun bila bukunya sudah terjual di pasar, penulis tak langsung bisa mencicipi semua royaltinya, melainkan royalti itu akan dicicil dan diteteskan oleh penerbit secuil demi secuil. Bahkan banyak betul penerbit partikelir yang tak mau melapor dan membayar royalti kalau tidak ditagih secara ekstra rajin dengan muka ditebal-tebalkan.
Menerbitkan karya sendiri adalah satu cara dan terobosan baru untuk menghindari tetek bengek seperti itu. Umumnya yang dikeluhkan oleh penulis adalah modal awal cetak dan distribusi buku. Sungguh mendistribusikan buku sendiri adalah pekerjaan yang mutlak sibuk dan sedikit demi sedikit akan menggerus praktik menulis yang sudah dibangun sedemikian rupa dan dijaga kontinuitasnya. Tapi bukankah menagih royalti kepada penerbit nakal juga menguras tenaga dan bisa jadi membangkrutkan imajinasi dan marah-marah tak keruan juntrung. Apalagi bila tahu ditipu habis-habisan oleh penerbit?
Untuk soal modal awal cetak, barangkali cara klasik yang bisa dilakukan adalah dengan cara membongkar tabungan pribadi—kalau memang tabungan itu ada dan cukup tersedia. Katakanlah, untuk buku yang tebalnya hanya 200 halaman, penulis mengeluarkan dana produksi sebesar 4 jutaan rupiah. Tak terlalu besar bukan? Tapi kalau itu masih memberatkan, jangan khawatir ada cara lain, yakni bekerjasama dengan pihak distributor untuk mendanai dan mereka yang akan menalangi dana awal produksi. Carilah distributor itu. Biasanya ada dua cara yag dilakukan distributor. Kalau mereka memiliki dana cashflow yang mencukupi, mereka akan menyerahkan dana tunai kepada kita. Tapi bila dana cashflow itu tak ada, maka sistem yang diberikan adalah dengan pembayaran tunda sekian bulan yang biasa memakai transaksi kertas Bilyet Giro. Dan ada percetakan yang mau dibayar dengan sistem seperti ini. Dengan catatan tentu saja: distributor yang bersangkutan yang akan menjadi distributor tunggal. Di beberapa kota, terutama sekali di Yogyakarta, beberapa distributor buku mau dan berendah hati menalangi dana-dana taktis awal seperti ini.
Yang hanya kita lakukan setelah buku usai dituliskan adalah membuat pracetak. Mulai dari pengeditan, desain isi, desain sampul, koreksi, dan proofreading. Ada lagi, kalau ingin sedikit sibuk: mencari percetakan yang murah meriah, membuat separasi film untuk sampul dan menyerahkannya ke percetakan sampul, mencetak plate untuk isi, dan seterusnya.
Kalau tak ingin repot, ya sudah serahkan saja semuanya kepada percetakan. Yang perlu disiapkan hanyalah naskah dan desain sampul yang sudah dalam bentuk film reparasi. Dan percetakan yang akan melakukan tugasnya sampai selesai. Tinggal ongkang-ongkang kaki sampai tiba saatnya percetakan memberitahu bahwa buku selesai cetak dan kita membawanya ke distributor dan membuat faktur tanda terima penjualan. Selesai. Tinggal kita menunggu buku kita berbaur dengan buku yang lain di rak-rak toko buku untuk berjuang merebut hati dan gapaian tangan pembeli untuk merogoh dompetnya. Sambil menunggu perjuangan buku tersebut merebut hati pembeli di rak-rak toko buku, bolehlah sang penulis lenyap untuk sementara waktu sekian bulan dalam rangka menulis buku berikutnya.
Tapi satu catatan: sistem Bilyet Giro juga bukannya bebas risiko. Jika tak laku pihak distributor mengembalikan buku kepada sang penulis. Bila sejumlah dana yang tertera dalam kertas giro sudah cair, maka penulis berhak menggantinya. Dan biasanya dengan buku baru. Tapi itu tergantung perjanjian awal di atas kertas bersegel antara penulis dan penerbit. Tapi begitulah, bukan usaha namanya kalau bebas dari risiko. Bukankah semua usaha dan kerja memendam risikonya masing-masing? Jadi hadapi saja.
Seperti saya katakan tadi, jika buku yang bersangkutan tidak dibiayai oleh distributor tapi dari kantong penulis sendiri, maka sang penulis berhak memberikannya kepada distributor yang disukai dan dipercayai. Jadi bukan memakai jalur distributor tunggal. Bebas. Tapi ada satu risiko yang akan ditanggung oleh penulis sekiranya buku di pasaran tidak laku. Yakni, distributor yang bersangkutan berhak mengembalikan buku kepada penerbit yang dalam hal ini penulis sendiri. Tapi kalau yakin bahwa buku Anda pasti habis sekian bulan, maka bisa mencari alternatif distributor lain yang tidak memakai sistem Bilyet Giro. Yakni dengan sistem konsinyasi (titip barang: yang laku dibayar. Jika tidak barang kembali kepada si penitip) dengan persentase rabat yang mereka ambil jauh lebih kecil dibandingkan dengan distributor yang memakai sistem Giro. Dengan sistem konsinyasi, Anda hanya menunggu laporan setiap bulannya berapa buku Anda laku. Dengan sistem ini, stok dana sang penulis akan mengalir terus setiap bulannya.
Dengan memilih menerbitkan sendiri, dengan meluangkan waktu sebulan untuk sibuk mengurus percetakan buku, tentu bukan jadi masalah yang sungguh memberatkan, bukan? Niatkan saja, bahwa buku itu adalah bakal bayi Anda, dan Anda sebagai orangtua sang bayi bertanggung jawab mengurus sendiri persalinannya hingga nongol ke dunia secara sehat dan sempurna hingga masa penyapihan datang. Dan Anda berbesar hati merelakan waktu untuk melihat buku itu terbit dengan/dan tanpa harus menanti nomor urut yang panjang dari penerbit.
Bagaimana, cukup menantang bukan? Tak ada salahnya bila dicoba!
* Catatan yang disarikan dari pengamalan pribadi menjadi penulis dan menerbitkannya sendiri
Ditampilkan
[I:BOEKOE]
Di suatu malam yang bingar, Puthut EA berceloteh panjang lebar. Puthut EA adalah seorang penulis fiksi masa depan asal Yogyakarta. Saya tak tahu, malam itu ia mabuk berat atau sedang kumat gilanya. Tawanya sungguh berderai-derai disertai dengan tubuh tambunnya yang bergerak dan perutnya yang bulat mengombak-ombak menahan tawa tergeli-geli. Beberapa kali harus berguling-guling di lantai berkarpet merah tua oleh sebab bahakan tawa yang tak tertahankan.
Dan malam itu ia sedang berceloteh tentang kematian penerbit.
“Sebentar lagi, mampuslah kalian para penerbit. Ini dia, Puthut EA, akan membuat sebuah naskah besar. Dan naskah itu akan saya terbitkan sendiri. Sampulnya saya kasih kawan membuatnya. Pemasaran saya serahkan semuanya kepada distributor dengan sistem Giro (Bilyet Giro-red). Tinggal nunggu empat bulan sampai dana cash cair. Nah, sambil nunggu itu saya mempersiapkan naskah baru.
“Dan mati konyol kalian penerbit, nggak dapat naskah. Akan saya umumkan semua ini kepada penulis-penulis Indonesia bahwa saatnya tidak menyerahkan naskahnya kepada penerbit. Ada cara yang jitu untuk menerbitkan sendiri karya. Tinggal buat naskah pracetak dan nggak usah direpotkan oleh distribusi dan royalti aman. Huahuahahahahahaha. Huahahahahahaha. Dan sebentar lagi penerbit akan kurus kering. Nggak dapat naskah dari penulis. Huahahahahahahahaha.”
Anggapan saya malam itu, Puthut memang sedang kumat dan ditambah oleh cekikan minuman beralkohol berkadar tinggi. Tapi kata-katanya itu sungguh cerdas. Dan memang, kerap otaknya memang encer kalau sedang mabuk. Betapa tidak, idenya itu lho sungguh brilian dan menggelitik, yakni ingin menerbitkan karya sendiri. Gagasan asing dan agak jauh dari riwayat pemikiran penulis sebelumnya bahkan hingga kini.
Selama ini penulis sudah terkotak dengan pemikiran bahwa untuk bisa lahir naskahnya menjadi buku perlu bantuan penerbit (mapan). Dan untuk itu menjadi pemandangan yang lazim bila penulis harus menenteng karyanya dan masuk dari satu pintu penerbit ke pintu penerbit lain untuk menjajakan naskahnya. Dan kalaupun diterima harus menunggu daftar panjang penjadwalan untuk sampai pada giliran terbit. Dan kalaupun sudah dicetak dan disebar ke toko-toko buku, masih dipusingkan dengan royalti yang dikemplang dan sang penulis akan keluar masuk lagi ke pintu penerbit untuk menagih. Pun bila bukunya sudah terjual di pasar, penulis tak langsung bisa mencicipi semua royaltinya, melainkan royalti itu akan dicicil dan diteteskan oleh penerbit secuil demi secuil. Bahkan banyak betul penerbit partikelir yang tak mau melapor dan membayar royalti kalau tidak ditagih secara ekstra rajin dengan muka ditebal-tebalkan.
Menerbitkan karya sendiri adalah satu cara dan terobosan baru untuk menghindari tetek bengek seperti itu. Umumnya yang dikeluhkan oleh penulis adalah modal awal cetak dan distribusi buku. Sungguh mendistribusikan buku sendiri adalah pekerjaan yang mutlak sibuk dan sedikit demi sedikit akan menggerus praktik menulis yang sudah dibangun sedemikian rupa dan dijaga kontinuitasnya. Tapi bukankah menagih royalti kepada penerbit nakal juga menguras tenaga dan bisa jadi membangkrutkan imajinasi dan marah-marah tak keruan juntrung. Apalagi bila tahu ditipu habis-habisan oleh penerbit?
Untuk soal modal awal cetak, barangkali cara klasik yang bisa dilakukan adalah dengan cara membongkar tabungan pribadi—kalau memang tabungan itu ada dan cukup tersedia. Katakanlah, untuk buku yang tebalnya hanya 200 halaman, penulis mengeluarkan dana produksi sebesar 4 jutaan rupiah. Tak terlalu besar bukan? Tapi kalau itu masih memberatkan, jangan khawatir ada cara lain, yakni bekerjasama dengan pihak distributor untuk mendanai dan mereka yang akan menalangi dana awal produksi. Carilah distributor itu. Biasanya ada dua cara yag dilakukan distributor. Kalau mereka memiliki dana cashflow yang mencukupi, mereka akan menyerahkan dana tunai kepada kita. Tapi bila dana cashflow itu tak ada, maka sistem yang diberikan adalah dengan pembayaran tunda sekian bulan yang biasa memakai transaksi kertas Bilyet Giro. Dan ada percetakan yang mau dibayar dengan sistem seperti ini. Dengan catatan tentu saja: distributor yang bersangkutan yang akan menjadi distributor tunggal. Di beberapa kota, terutama sekali di Yogyakarta, beberapa distributor buku mau dan berendah hati menalangi dana-dana taktis awal seperti ini.
Yang hanya kita lakukan setelah buku usai dituliskan adalah membuat pracetak. Mulai dari pengeditan, desain isi, desain sampul, koreksi, dan proofreading. Ada lagi, kalau ingin sedikit sibuk: mencari percetakan yang murah meriah, membuat separasi film untuk sampul dan menyerahkannya ke percetakan sampul, mencetak plate untuk isi, dan seterusnya.
Kalau tak ingin repot, ya sudah serahkan saja semuanya kepada percetakan. Yang perlu disiapkan hanyalah naskah dan desain sampul yang sudah dalam bentuk film reparasi. Dan percetakan yang akan melakukan tugasnya sampai selesai. Tinggal ongkang-ongkang kaki sampai tiba saatnya percetakan memberitahu bahwa buku selesai cetak dan kita membawanya ke distributor dan membuat faktur tanda terima penjualan. Selesai. Tinggal kita menunggu buku kita berbaur dengan buku yang lain di rak-rak toko buku untuk berjuang merebut hati dan gapaian tangan pembeli untuk merogoh dompetnya. Sambil menunggu perjuangan buku tersebut merebut hati pembeli di rak-rak toko buku, bolehlah sang penulis lenyap untuk sementara waktu sekian bulan dalam rangka menulis buku berikutnya.
Tapi satu catatan: sistem Bilyet Giro juga bukannya bebas risiko. Jika tak laku pihak distributor mengembalikan buku kepada sang penulis. Bila sejumlah dana yang tertera dalam kertas giro sudah cair, maka penulis berhak menggantinya. Dan biasanya dengan buku baru. Tapi itu tergantung perjanjian awal di atas kertas bersegel antara penulis dan penerbit. Tapi begitulah, bukan usaha namanya kalau bebas dari risiko. Bukankah semua usaha dan kerja memendam risikonya masing-masing? Jadi hadapi saja.
Seperti saya katakan tadi, jika buku yang bersangkutan tidak dibiayai oleh distributor tapi dari kantong penulis sendiri, maka sang penulis berhak memberikannya kepada distributor yang disukai dan dipercayai. Jadi bukan memakai jalur distributor tunggal. Bebas. Tapi ada satu risiko yang akan ditanggung oleh penulis sekiranya buku di pasaran tidak laku. Yakni, distributor yang bersangkutan berhak mengembalikan buku kepada penerbit yang dalam hal ini penulis sendiri. Tapi kalau yakin bahwa buku Anda pasti habis sekian bulan, maka bisa mencari alternatif distributor lain yang tidak memakai sistem Bilyet Giro. Yakni dengan sistem konsinyasi (titip barang: yang laku dibayar. Jika tidak barang kembali kepada si penitip) dengan persentase rabat yang mereka ambil jauh lebih kecil dibandingkan dengan distributor yang memakai sistem Giro. Dengan sistem konsinyasi, Anda hanya menunggu laporan setiap bulannya berapa buku Anda laku. Dengan sistem ini, stok dana sang penulis akan mengalir terus setiap bulannya.
Dengan memilih menerbitkan sendiri, dengan meluangkan waktu sebulan untuk sibuk mengurus percetakan buku, tentu bukan jadi masalah yang sungguh memberatkan, bukan? Niatkan saja, bahwa buku itu adalah bakal bayi Anda, dan Anda sebagai orangtua sang bayi bertanggung jawab mengurus sendiri persalinannya hingga nongol ke dunia secara sehat dan sempurna hingga masa penyapihan datang. Dan Anda berbesar hati merelakan waktu untuk melihat buku itu terbit dengan/dan tanpa harus menanti nomor urut yang panjang dari penerbit.
Bagaimana, cukup menantang bukan? Tak ada salahnya bila dicoba!
* Catatan yang disarikan dari pengamalan pribadi menjadi penulis dan menerbitkannya sendiri
Friday, April 20, 2012
Friday, April 6, 2012
Wednesday, April 4, 2012
Monday, March 19, 2012
Novel Legendaris Terbaik Sepanjang Masa
Anna Karenina dianggap sebagai novel terbaik sepanjang masa.
Karya sastra terindah ini sampai sekarang masih terus diterjemahkan
dalam berbagai bahasa dunia. Sampai abad modern ini, novel karya Leo
Tolstoy itu telah diterjemahkan dan diterbitkan 625 kali dalam 41
bahasa. Dalam bahasa Inggris hasil terjemahan yang berbeda pernah
dicetak 75 kali, Jerman 67 kali, Prancis dan Itali 36 kali, Belanda 14
kali, Cina 15 kali, dan Arab 6 kali. Di Indonesia buku novel bernilai
sastra tinggi ini diterjemahkan langsung dari bahasa Rusia oleh
Koesalah Soebagyo Toer sebanyak dua kali. Karya sastra novel legendaris
ini telah menginspirasi semua penulis novel dunia dalam berkarya.
Anna Karenina adalah sebuah novel oleh penulis Rusia Leo Tolstoy ,
ditulis dan diterbitkan secara bertahap pada tahun 1873-1877 dalam
terbitan berkala pada Rusia Messenger. Karya sastra ini dianggap para
pengamat puncak dalam karya fiksi reales. Tolstoy menganggap Anna
Karenina novel pertama benar, ketika ia datang untuk mempertimbangkan
Perang dan Damai untuk lebih dari novel. Karakter Anna mungkin
terinspirasi, sebagian, oleh Maria Hartung, putri sulung dari penyair
Rusia Alexander Pushkin. Segera setelah bertemu saat makan malam,
Tolstoy mulai membaca Pushkin prosa dan pernah memiliki lamunan sekilas
tentang “bangsawan siku indah telanjang”, yang terbukti menjadi
isyarat pertama’s karakter Anna. Detail cerita dan cara serta gaya
bercerita Leo Tolstoy memang luar biasa, kreatif, dan cerdas. Dalam
cakupan, luasnya, dan gambarannya yang realistik mengenai kehidupan
Rusia. Buku ini berdiri pada puncak fiksi realistik. Sebagai seorang
filsuf moral ia terkenal karena gagasan-gagasannya tentang perlawanan
tanpa kekerasan, yang pada gilirannya memengaruhi tokoh-tokoh abad ke-20
seperti Mahatma Gandhi dan Martin Luther King, Jr.
Alur Cerita
Alur cerita novel ini menggambarkan Anna Karenina sebagai seorang istri
sekaligus ibu yang berselingkuh. Cerita yang luar biasa menyentuh ini
dilatarbelakangi kehidupan bangsawan Rusia di abad ke-19. Kehidupan
bangsawan Rusia itu identik dengan hura-hura dan bersenang-senang dengan
dipenuhi kehidupan pesta-pesta, pertemuan bergengsi sesama bangsawan,
olahraga pacuan kuda, atau kegiatan tamsya khususnya ke luar negeri.
Lokasi cerita hanya sekitar Moskwa dan St. Petersburg. Daerah pedesaan
diwakili oleh tempat tinggal Levin, teman dan sahabat Stepan Arkadyich
atau Stiva Oblonskii. Anna Karenina adalah kakak kandung dari Stiva.
Kelompok bangsawan elite Rusia ini, anak-anak mereka dibiasakan juga
untuk berbicara dalam bahasa Prancis dan Inggris,.Berbagai pertemuan
dalam pesta atau pertemuan kelompok bangsawan Rusia itu sering diisi
oleh obrolan yang tidak ada habisnya. Salah satunya yang dituangkan
dalam novel ini adalah obrolan ber-monolog, berdiskusi dengan diri
sendiri, atau merenungkan sesuatu. Salah satu kehebatan novel ini adalah
kekuatan dalam menghadirkan perbincangan-perbincangan, diskusi,
ataupun monolog ini, walaupun kadang perbincangan tersebut seperti
tidak nyambung, peserta saling melontarkan ucapan yang kadang terputus
di tengah jalan.
Apresiasi Luarbiasa
Apresiasi dan penghargaan terhadap maha karya sastra ini telah diberikan
oleh masyarakat sastra dunia. Penulis seangkatannya juga sangat
menghormati sosok Tolstoy. Fyodor Dostoyevsky menyatakan novel itu
merupakan puncak kesempurnaan sebuah karya seni. Dostoyevsky juga
menganggapnya sebagai yang terbesar di antara semua novelis yang hidup
saat itu. Sementara Gustave Flaubert menganggap bahwa Tolstoy sebagai
seorang seniman hebat sekaligus seorang psikolog hebat. Anton Chekhov,
yang seringkali mengunjungi Tolstoy di tanahnya di pinggiran kota,
menulis: “Ketika sastra memiliki seorang Tolstoy, menjadi penulis itu
mudah dan menyenangkan; bahkan bila kita tahu bahwa kita sendiri tidak
mencapai hasil apa-apa, itu tidak menjadi masalah karena Tolstoy yang
berprestasi untuk kita semua. Apa yang dilakukannya berguna untuk
membenarkan semua harapan dan aspirasi yang ditanamkan dalam sastra.”
Para kritikus dan novelis seperti Virginia Woolf menyatakan Tolstoy
sebagai “yang terbesar di antara semua novelis” dan Thomas Mann menulis
tentang seni penulisannya yang tampaknya jujur-”Jarang sekali suatu
karya seni yang begitu mirip dengan alam”. Apresiasi dan perasaan yang
sama dalam menilai novel itu juga juga diungkapkan oleh penulis dunia
lainnya seperti Marcel Proust, Vladimir Nabokov dan William Faulkner,
Franzen, Mailer, Wallace, Wolfe, Chabon, Lethem, King
Bahkan pada tahun 2007 J. Peder Zane melakukan sebuah jajak pendapat
yang ditujukan kepada 125 penulis kontemporer. Hasilnya menunjukkan
bahwa Anna Karenina adalah “novel terbesar yang pernah ditulis.
Anna Karenina umumnya berpikir untuk mengeksplorasi tema-tema
kemunafikan, kecemburuan, iman, kesetiaan, keluarga, pernikahan,
masyarakat, kemajuan, keinginan duniawi dan semangat, dan koneksi
agraria untuk mendarat di kontras dengan gaya hidup kota. Translator
Rosemary Edmonds menulis bahwa Tolstoy tidak secara eksplisit moralise
dalam buku ini, ia memungkinkan tema untuk muncul secara alami dari
“panorama luas kehidupan Rusia. Dia juga mengatakan salah satu kuncinya
pesan novel ini adalah bahwa “tidak ada yang dapat membangun
kebahagiaan mereka pada rasa sakit lain.
Fiksinya secara konsisten berusaha menyampaikan secara realistik
masyarakat Rusia yang ada pada masanya.. Anna Karenina mengisahkan
cerita-cerita perumpamaan tenang seorang perempuan yang berzinah, yang
terjebak oleh kebiasaan dan kepalsuan masyarakat, serta tentang seorang
pemilik tanah yang filosofis mirip sekali dengan kehidupan Tolstoy,
yang bekerja bersama-sama dengan para penggarap di ladang dan berusaha
memperbarui hidup mereka.
Tolstoy tidak hanya menggali dari pengalaman hidupnya sendiri tetapi
juga menciptakan tokoh-tokoh sesuai dengan gambarannya, seperti Levin
dalam Anna Karenina.
Leo Tolstoy
Tolstoy secara luas dianggap sebagai salah seorang novelis yang
terbesar, khususnya karena karya besarnya Perang dan Damai dan Anna
Karenina. Leo Tolstoy adalah seorang sastrawan Rusia yang dianggap
sebagai pembaharu social. Sosok yang luar biasa itu juga dituding
sebagai pasifis dan anarkis Kristen. Darah seni sastranya itu tampaknya
juga ditambah dengan nilai positif sebagai seorang seorang filsuf
pemikir moral. Tolstoy adalah salah satu legenda dari sastra Rusia abad
ke-19. Karyanya yang paling fenomenal adalah Perang dan Damai dan Anna
Karenina. Sejumlah karya-karya yang lebih singkat termasuk sejumlah
novella Kematian Ivan Ilyich dan Hadji Murad juga menjadi perhatian
banyak sastrawan dunia..
Tolstoy dilahirkan di Yasnaya Polyana wilayah Tula, Rusia. Ia adalah
anak keempat dari lima bersaudara dan menjadi anak yatim piatu sejak
masih. Tolstoy sempat belajar masalah hukum dan bahasa-bahasa Oriental
di Universitas Kazan pada 1844. dibalik kejenisuannya bersastra
tyernyata para dosen-dosennya menganggap dirinya tidak mampu dan tidak
mau belajar.” Kemudian a kembali di tengah-tengah studinya ke Yasnaya
Polyana dan menghabiskan banyak waktunya di Moskwa dan St. Petersburg.
Secara unik terjadi peristiwa luar biasa dalam pernikahannya dengan
Sofia Andreevna Bers. Pada malam pernikahannya itu, Tolstoy memberikan
buku hariannya kepada tunangannya. Buku-buku hariannya ini memuat
catatan mengenai hubungan seksualnya dengan para petaninya. Peristiwa
itu tidak berpengaruh pada awal kehidupan perkawinan, mereka sangat
bahagia dan rukun. Istrinyapun memberikan banyak kebebasan Tolstoy untuk
menulis adi karya sastranya. Namun dalam waktu terakhir kehidupan
perkawinannya digambarkan sebagai salah satu yang paling tidak bahagia
dalam sejarah sastra. Kehidupan perkawinan dengan istrinya semakin tidak
baik , yang akhirnya berpengaruh pada pola pikirnya yang semakin
radikal. Pengalaman jiwanya yang sangat menyentuh itu bisa saja menjadi
inspirasi luar biasa untuk mengungkapkan dalam sebuah karya seni sastra
yang luar biasa.
10 kisah cinta populer
1.romeo dan juliet
Romeo and Juliet adalah sebuah tragedi karya William Shakespeare,yang berada pada abad ke16. Tragedi ini mengisahkan sepasang mempelai muda yang saling jatuh cinta namun terhalang karena kedua keluarga mereka saling bermusuhan yang berakhir pada kematian kedua sepasang kekasih yang saling mencintai.kisah cinta ini mungkin paling terkenal di dunia sampai sekarang.
2.Peter Abelard dan Heloise
Petrus Abelard dan Heloise, abad ke12, Perancis. Teolog dan dosen Abelard berusia masih 17 tahun dan merupakan guru dari Heloise . Diam-diam mereka menikah, tapi paman heloise mengetahui dan menyuruhnya dikebiri. namun Terlambat dan mereka sudah punya anak. mereka Dipisahkan oleh keluarga dan gereja, ia masuk biara, ia menjadi seorang biarawan, dan surat-surat cinta mereka masih ada. Mereka dikubur bersama-sama di Paris.
3.Shah Jahan dan Arjumand Bann Begum
Shah Jahan dan Arjumand Begum Bann, abad ke17, India. karena kesedihan akibat istri tercintanya meninggal dunia pada umur 39 saat melahirkan anak 14 mereka,ia menugaskan para bawahannya untuk membangun taj mahal agar sang istri dapat selalu dikenangnya. Putranya kemudian memenjarakannya dan dia menghabiskan sisa hidupnya menatap ke luar jendela kamarnya di Taj, sambil merindukan Arjumand.
4.Kermit dan Miss Piggy
Kermit dan Miss Piggy, abad ke20, Amerika. miss piggy adalah pusat perhatian semua mahluk di sesame street.Miss piggy cinta berat sama kermit yang sangat kontradiksi sama dirinya kecil,lemah dan sangat sederhana.Saking sayangnya Miss Piggy sama kermit sampai sering tidak sadar akibat perwujudan rasa sayangnya dia justru malah menyiksa kermit.
5.Robert dan Elizabeth Barrett Browning
Robert dan Elizabeth Barrett Browning, Abad 19, Inggris. Elizabeth Barrett merupakan pujangga pada era Pergerakan Romantis, ia lahir pada tahun 1806 di Coxhoe Hall, Durham, Inggris. Browning dan Barrett, yang enam tahun lebih tua dari Browning, saling berkirim surat hingga mencapai jumlah 574 pucuk surat selama 20 bulan. Kisah cinta mereka yang pahit karena tidak mendapat restu dari ayah Barrrett .elain tidak mendapat restu orangtua, meraka juga diuji dengan keadaan Barrett yang menderita kelainan paru-paru akut. Untuk mengurangi rasa sakit yang ia derita, ia harus mengkonsumsi morfin sepanjang hidupnya. Pada tahun 1846, mereka memutuskan untuk menikah dan menetap di Florensia, Italia di mana kesehatan Barrett membaik dan ia melahirkan seorang putra bernama Robert Wideman Browning (Pen). Ayahnya tidak pernah berbicara lagi dengannya sejak saat itu. Karya Barrett "Sonnets from the portuguesse", ia dedikasikan untuk suaminya dan ditulis secara diam-diam sebelum ia menikah dan diterbitkan pada tahun 1850,merupakan karya yang dibbilang bisa menyandingi karya shakespeare.
6.Tristan dan Isolde
Tristan dan Isolde, 12th Century, Inggris, Perancis, Jerman. Cerita ini mengisahkan lika-liku percintaan segitiga antara Tristan-Isolde-King Marke. Kisah yang diangkat dari jaman Medieval ini ternyata merupakan sebuah legenda yang ditulis ama seseorang bernama Thomas pada tahun 1165. cerita tentang seorang ksatria yang melepaskan cinta sejatinya untuk sang raja telah diceritakan dalam banyak bentuk. Meskipun mereka sudah berbeda, mereka tetap setia dan cinta kepada satu sama lain, dan bersatu kembali dalam kematian.
7.Rhett Butler dan Scarlett OHara
Cerita klasik karya Margaret Mitchell ini merupakan salah satu cerita paling romantis sepanjang masa. Kisah cinta antara Rhett Butler dan Scarlett O'Hara yang begitu menyentuh, tak lekang waktu, dan tetap melekat di hati setiap penggemarnya.cerita ini begitu rumit tentang cinta segitiga antara rhett,scarlet dan ashley.
8.Cinderella dan Prince Charming
Cinderella dan Pangeran Tampan, 17th Century, Perancis. Berdasarkan legenda Eropa Timur, pola dasar dari cinta romantis adalah untuk mengirim pesan kepada para wanita bahwa jika mata Anda tetap terbuka, suatu hari nanti pangeran yang anda idam2kan Anda akan datang.
9.Dante Alighieri dan Beatrice
Dante terkenal sebagai sastrawan era Renaissance dari Italia. Ia lahir dari keluarga kaya, dan hidup sebagai perwira, politikus, filsuf, pujangga, pengusaha dan kekasih yg ideal.
Dante menemukan cinta sejatinya ketika ia baru berumur 9 taon, dan ce pujaannya, Beatrice, baru berumur 8 taon. Cinta Dante pada Beatrice adalah love at first sight. Walaupun demikian, ia dan Beatrice lalu berpisah selama 9 taon, dan bahkan Beatrice akhirnya kimpoi dgn pria lain dalam usia muda, dan Dante juga kimpoi dgn orang laen dlm usia muda.
Itu semua bukan problem bagi Dante. Dante bahkan memberi nama Beatrice utk anak gadisnya. Ketika Beatrice, wanita yg dikaguminya meninggal, Dante sangat terpukul dan memutuskan utk berhenti menulis.
Tetapi Beatrice kemudian muncul dalam mimpinya. Dalam mimpi itu, Beatrice berkata bahwa cinta sejati adalah abadi, tidak bisa diputuskan oleh maut. Dante, dipengaruhi oleh arwah Beatrice, akhirnya sadar bahwa ia punya tugas utk mengajarkan pada orang lain bahwa cinta sejati ala Dante & Beatrice adalah inti kehidupan dunia ini.
10.Guinevere and Lancelot
cerita perselingkuhan tentang king arthur ,guinevere dan lancelot.cerita ini telah berulang kali difilmkan dan merupakan cerita yang tragis yang berakhir pada kematian lancelot.
Friday, March 16, 2012
Legenda Sinterklaas
Legenda Sinterklaas muncul pada ribuan tahun silam. Dewa perang dalam
legenda Eropa Utara, saat musim dingin, menunggang kudanya yang berkaki
8 berlari cepat ke ujung langit penjuru laut, menjatuhkan hukuman
kepada yang jahat dan memuji yang baik, membagikan hadiah. Pada saat
yang sama, anaknya yaitu Dewa Petir yang berbusana merah dengan petir
sebagai senjatanya berperang dengan semua dewa salju di kegelapan malam,
yang berakhir dengan kemenangannya.
Ada juga legenda yang mengatakan bahwa Sinterklaas berasal dari St. Nicholas, karenanya Sinterklaas juga disebut St. Nicholas, oleh karena kisah-kisah ini sebagian besar mengobarkan semangat Kristen, tempat asal, alur cerita kebanyakan telah dilupakan, namun Sinterklaas malah kekal abadi di dalam dunia rohani banyak orang. Setiap tahun pada hari Natal, Sinterklaas menunggang di atas konstelasi Aries, bocah suci memegangi pohon cemara (pohon Natal) turun ke dunia manusia, namun seiring dengan perubahan kehidupan manusia, pengarang dan seniman mulai melukiskan Sinterklaas menjadi wujud Sinterklaas berbusana merah dan berjanggut putih yang kita kenal sekarang.
Bersamaan itu juga terdapat penjelasan yang berbeda terhadap negara dan budaya yang berbeda. Asal-usul Sinterklaas di Jerman berdasarkan pada cerita Dewa Woden (dari sini juga muncul istilah ‘Wodenesday’ atau hari Woden, di mana kita menyebutnya Wednesday (hari Rabu). Woden penting bagi para penduduk di tempat yang sekarang kita kenal sebagai Jerman dan orang-orang Teuton kuno, di samping orang-orang Inggris. Woden, yaitu seorang tokoh di dalam sejarah, digambarkan di dalam mitologi sebagai menunggang kuda putihnya melalui udara, dengan berpakaian jubah yang berjela-jela. Dia mempunyai janggut putih yang panjang dan topi yang besar kerana dia juga dipercayai mempunyai kebijaksanaan, dan dia membawa sebuah buku di dalam tangannya.
Sinterklaas ini merias diri menjadi orang suci yang meletakkan buah berkulit keras dan apel di dalam sepatu anak-anak. Ia mengendarai kereta kuda beroda dua keliling di segala penjuru, mengamati sikap dan perilaku orang-orang, terutama anak-anak, apabila memperlihatkan perilaku yang baik, akan mendapatkan hadiah berupa buah apel, buah berkulit keras, permen dan sejumlah besar hadiah lainnya. Sedangkan anak yang buruk perilakunya hanya akan mendapatkan cambuk. Inilah yang mengilhami orang tua untuk menggunakan legenda tersebut sebagai pendorong semangat anak-anak.
Di Italia, tokoh Sinterklaas muncul dari cerita mengenai seorang nenek sihir yang bernama Befana. Ia mendapatkan tugas dari malaikat untuk memberikan hadiah kepada Tuhan Yesus pada saat Yesus dilahirkan, seperti juga orang Majus, tetapi karena kelalaiannya ia datang terlambat. Oleh sebab itu Befana mendapat hukuman tiap tahun sebelum kelahiran Yesus, ia harus memberikan hadiah sebanyak mungkin kepada anak-anak kecil yang tidak mampu. Kepercayaan ini dianut oleh banyak orang, sehingga pemuka agama di Italia mengambil keputusan agar kepercayaan ini dialihkan ke Sinterklaas. Inilah awal dari kepercayaan bahwa Sinterklaas selalu memberi hadiah kepada anak-anak.
Di negeri Belanda, Santa Klaus dikenali sebagai Sinterklaas. Sinterklaas adalah seorang bisop yang memakai penutup kepala dan mempunyai sebuah buku yang mencatatkan perbuatan baik dan dosa. Dia mempunyai tongkat gembala dan menunggang seekor kuda putih di atas bumbung-bumbung rumah. Sinterklaas mempunyai seorang hamba bernama Black Peter. Di Belanda, anak-anak menyanyikan lagu-lagu di sekitar cerobong kepada Sinterklaas. Black Peter mendengar di atas cerobong itu untuk menentukan sama ada anak-anak itu menyanyikan lagu-lagu yang betul dan menyediakan pemberian-pemberian yang sesuai kepada kuda Sinterklaas, yaitu Karot dan Jerami. Hadiah-hadiah kemudian diberikan kepada anak-anak itu melalui cerobong tersebut.
Ketika kaum kolonialis Belanda tiba di benua Amerika, mereka juga membawa serta uskup Sinterklaas mereka, digambarkan mengenakan kasaya merah, dan mengendarai seekor kuda putih. Figur Sinterklaas Amerika belakangan berangsur-angsur menjadi sebuah Sinterklaas bijaksana. Awalnya, penulis Amerika yaitu Washington Owen dalam drama komedinya (Sejarah New York) melukiskan Sinterklaas sebagai seorang kakek Belanda yang gemuk dan bundar. Tahun 1823, penyair Clement Moore dalam sajak dan lagunya “Kesan St.Nicholas” mendramakan figur Saint Nicholas, itulah kakek Natal (Sinterklaas). Pada tahun 1960-an produser film kartun Thomas Nash melukis seorang kakek Natal (Sinterklaas) yang ramah-tamah dan gemuk sebagai ilustrasi.
Seiring dengan berlalunya waktu, figur Sinterklaas menyebar ke seluruh pelosok dunia. Sejumlah besar negara juga menyimpan legenda yang berhubungan dengannya. Sinterklaas dari Perancis bernama Father Christmas atau Pere Noel, Sinterklass dari Swiss bernama Christkindl atau Christ Child, dan Sinterklaas dari Inggris namanya sama dengan Perancis yaitu Father Christmas, figurnya lebih khidmat dibandingkan dengan Sinterklaas lainnya, sedikit lebih kurus. Dan Sinterklaas dari Amerika Utara adalah mengendarai rusa salju yang menarik kereta luncur membagi-bagikan hadiah.
sumber:http://misteridunia.byethost10.com/
Ada juga legenda yang mengatakan bahwa Sinterklaas berasal dari St. Nicholas, karenanya Sinterklaas juga disebut St. Nicholas, oleh karena kisah-kisah ini sebagian besar mengobarkan semangat Kristen, tempat asal, alur cerita kebanyakan telah dilupakan, namun Sinterklaas malah kekal abadi di dalam dunia rohani banyak orang. Setiap tahun pada hari Natal, Sinterklaas menunggang di atas konstelasi Aries, bocah suci memegangi pohon cemara (pohon Natal) turun ke dunia manusia, namun seiring dengan perubahan kehidupan manusia, pengarang dan seniman mulai melukiskan Sinterklaas menjadi wujud Sinterklaas berbusana merah dan berjanggut putih yang kita kenal sekarang.
Bersamaan itu juga terdapat penjelasan yang berbeda terhadap negara dan budaya yang berbeda. Asal-usul Sinterklaas di Jerman berdasarkan pada cerita Dewa Woden (dari sini juga muncul istilah ‘Wodenesday’ atau hari Woden, di mana kita menyebutnya Wednesday (hari Rabu). Woden penting bagi para penduduk di tempat yang sekarang kita kenal sebagai Jerman dan orang-orang Teuton kuno, di samping orang-orang Inggris. Woden, yaitu seorang tokoh di dalam sejarah, digambarkan di dalam mitologi sebagai menunggang kuda putihnya melalui udara, dengan berpakaian jubah yang berjela-jela. Dia mempunyai janggut putih yang panjang dan topi yang besar kerana dia juga dipercayai mempunyai kebijaksanaan, dan dia membawa sebuah buku di dalam tangannya.
Sinterklaas ini merias diri menjadi orang suci yang meletakkan buah berkulit keras dan apel di dalam sepatu anak-anak. Ia mengendarai kereta kuda beroda dua keliling di segala penjuru, mengamati sikap dan perilaku orang-orang, terutama anak-anak, apabila memperlihatkan perilaku yang baik, akan mendapatkan hadiah berupa buah apel, buah berkulit keras, permen dan sejumlah besar hadiah lainnya. Sedangkan anak yang buruk perilakunya hanya akan mendapatkan cambuk. Inilah yang mengilhami orang tua untuk menggunakan legenda tersebut sebagai pendorong semangat anak-anak.
Di Italia, tokoh Sinterklaas muncul dari cerita mengenai seorang nenek sihir yang bernama Befana. Ia mendapatkan tugas dari malaikat untuk memberikan hadiah kepada Tuhan Yesus pada saat Yesus dilahirkan, seperti juga orang Majus, tetapi karena kelalaiannya ia datang terlambat. Oleh sebab itu Befana mendapat hukuman tiap tahun sebelum kelahiran Yesus, ia harus memberikan hadiah sebanyak mungkin kepada anak-anak kecil yang tidak mampu. Kepercayaan ini dianut oleh banyak orang, sehingga pemuka agama di Italia mengambil keputusan agar kepercayaan ini dialihkan ke Sinterklaas. Inilah awal dari kepercayaan bahwa Sinterklaas selalu memberi hadiah kepada anak-anak.
Di negeri Belanda, Santa Klaus dikenali sebagai Sinterklaas. Sinterklaas adalah seorang bisop yang memakai penutup kepala dan mempunyai sebuah buku yang mencatatkan perbuatan baik dan dosa. Dia mempunyai tongkat gembala dan menunggang seekor kuda putih di atas bumbung-bumbung rumah. Sinterklaas mempunyai seorang hamba bernama Black Peter. Di Belanda, anak-anak menyanyikan lagu-lagu di sekitar cerobong kepada Sinterklaas. Black Peter mendengar di atas cerobong itu untuk menentukan sama ada anak-anak itu menyanyikan lagu-lagu yang betul dan menyediakan pemberian-pemberian yang sesuai kepada kuda Sinterklaas, yaitu Karot dan Jerami. Hadiah-hadiah kemudian diberikan kepada anak-anak itu melalui cerobong tersebut.
Ketika kaum kolonialis Belanda tiba di benua Amerika, mereka juga membawa serta uskup Sinterklaas mereka, digambarkan mengenakan kasaya merah, dan mengendarai seekor kuda putih. Figur Sinterklaas Amerika belakangan berangsur-angsur menjadi sebuah Sinterklaas bijaksana. Awalnya, penulis Amerika yaitu Washington Owen dalam drama komedinya (Sejarah New York) melukiskan Sinterklaas sebagai seorang kakek Belanda yang gemuk dan bundar. Tahun 1823, penyair Clement Moore dalam sajak dan lagunya “Kesan St.Nicholas” mendramakan figur Saint Nicholas, itulah kakek Natal (Sinterklaas). Pada tahun 1960-an produser film kartun Thomas Nash melukis seorang kakek Natal (Sinterklaas) yang ramah-tamah dan gemuk sebagai ilustrasi.
Seiring dengan berlalunya waktu, figur Sinterklaas menyebar ke seluruh pelosok dunia. Sejumlah besar negara juga menyimpan legenda yang berhubungan dengannya. Sinterklaas dari Perancis bernama Father Christmas atau Pere Noel, Sinterklass dari Swiss bernama Christkindl atau Christ Child, dan Sinterklaas dari Inggris namanya sama dengan Perancis yaitu Father Christmas, figurnya lebih khidmat dibandingkan dengan Sinterklaas lainnya, sedikit lebih kurus. Dan Sinterklaas dari Amerika Utara adalah mengendarai rusa salju yang menarik kereta luncur membagi-bagikan hadiah.
sumber:http://misteridunia.byethost10.com/
Subscribe to:
Posts (Atom)
ROCKremaja
PAIDI ALEXSO JUMOYO
Buku pertama, Ambisi liar
PLANET UP TO NUS AWAS TETANUS
Buku kedua, berkisah tentang Masa-masa kuliah
14 PROSES KEHIDUPAN (Buku ketiga)
indie publishing, rekam jejak pernikahan saya
LAUNDRY MAHESTA
jln.Diponegoro perumda Mantiasih RT 4 RW 10 nomor 26 Magelang
KOTAK PESAN
Bahan Cerita
- #PAYUNG BAJA (Menolak Tua)
- 14
- 14 Tips Mendapatkan Pacar
- 14Proses Kehidupan (buku Ketiga)
- 20 oktober
- 2013
- 23 Maret 2015
- 234SC yogyakarta
- 3 tips Mencari jodoh
- Akan diproduksi 5 pcs saja
- Album 3gpMaya
- Apa kabar Kamu Hari INI?
- Bag
- be yourself
- Beanie and AmazeVsack
- Bebas Bicara
- BELAJAR SALAH
- Bergejolak di dalam Karya
- Berhenti Bercerita
- Biarlah
- BMEM
- Brownise Frozen kendedes
- Buku Otobiografi Angga pebria Planet Up To Nus AWAS TETANUS
- Camera
- Cara Mengirim Artikel
- cerita lucu
- Cerpen Anak dan Remaja
- Cerpen Berhenti Bercerita
- cerpen Sebut Saja Bunga
- CUSHY
- DAN RINDUKU
- Dan Selanjutnya
- Dewa Eka Prayoga
- Di Ketinggian Himalaya
- Di Mata Senja ku Berlabuh
- Dipermainkan Cinta
- EDISI LEBARAN
- entrepreneur
- Fiks desain Trasan Square
- Foto Line Tool
- Foto Nenek Tercinta
- Full Time DREAMER
- Gabusan
- gak sabar
- Habis Terang
- HAL Berikutnya
- hanya 50.000 bisa membawa 2 buku saya :)
- Hedgehog
- HMPM
- HMPM Yogyakarta
- Home Sick 2
- HOMESICK
- http://www.youtube.com/watch?v=wGGC0UgzFUM
- icon sosial media (NEW)
- inafield ayumi
- INDIE WANTED!!!
- iPhone
- Jadwal EURO 2012
- JAGO JUALAN DI INSTAGRAM
- JIKA ANDA BELUM MENIKAH WAJIB BACA INI
- JOGJA PUBLIC RELATIONS
- Jual AmpliGuitar
- karya Renee dan Don Martin
- Kebiadapan
- Kemeja dan kaos (Batik Bola)
- Kinand Swa
- kiss your Idols
- komik
- Konsep jualan ice blend terlaris untung berjuta-juta cepat balik modal
- KONSEP USAHA BROWNIS FROZEN
- KONSEP USAHA WARUNG MAKAN KEDAI SANTAI
- LAUNDRY MAHESTA
- LENI Anjing Dacshund (Tekkel)
- Live perfom
- Logo Rumah Makan Trasan Square
- Lukisan
- MANTAN DALAM KARUNG#1
- Mari di Order
- masih bisa kreatif
- MASIHKAH INDONESIA
- Meeting (Cerita Mini)
- Memanusiakan Pikiranku
- Membongkar Rahasia membuka Usaha tanpa modal
- MEMBUAT COVER BUKU TARI
- Membuat LOGO IMPACT education
- MEMO
- MENAIKKAN OMSET RUMAH MAKAN DAN RESTO
- Menari Di Peradapan Senja
- Mendengarkan
- mengintip daftar isi 14prosesKehidupan
- Mengintip Daftar Menu Baca 2#
- Menulis
- MENULIS ITU MENIGGALKAN JEJAK-JEJAK
- Menulis Menumbuhkan Uang
- MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
- More info buku P.A.J
- Moviegoers Yogyakarta
- MUSIC
- mybook APWM
- Namaku Rini Surender Arista
- Neps
- owner buku
- PAIDI ALEXSO JUMOYO
- PELUANG USAHA
- picture
- Planet Up to Nus Erektus Awas Tetanus
- PORTOFOLIO
- PROMO BULAN RAMADHAN CASH BACK 1 juta
- Proses
- Puisi DUKA
- Rawan Bagaikan Neraka Pekan promosi
- Ready Stock Kaos Distro Club Bola
- Reseller buku
- Rintihan Anak Layangan (4l4y)
- ROCK REMAJA (Produksi kaos edisi khusus)
- S.A.Y.A
- Saatnya Membuka usaha sendiri
- SADAR LEBIH BAIK
- Say hey
- Sebagian DESAIN Rockremaja yang sudah di upload dan di produksi
- See
- SEKITAR KITA
- Selamat Merayakan Natal dan Tahun Baru
- SEMUA TENTANGMU
- Semuanya BISA menerbitkan BUKU SENDIRI!!. dan APA SIH Penerbit selfpublishing itu??
- SEPATU GIANT
- Seperti Seharusnya
- shalom
- SKY FALL
- surat untuk presiden
- telling a glass Coffe and cigarette packs
- Tentang Kumis
- The Risk Takers”
- THE SECRET OF YOUNG FAMILIES
- TIPS BERJUALAN ONLINE DAN OFFLINE
- Tips Mengirimkan Tulisan mu ke penerbit
- TIPS MENULIS BIAR GAK BOSAN
- WANITA
- Wisuda Public Relations 2012
- yogyakarta
- You tube part 1



































